Majelis Umum PBB mungkin akan
melakukan pemungutan suara Rabu malam atas sebuah laporan kontroversial PBB
yang menuduh Israel dan kelompok militan Palestina Hamas melakukan kejahatan
perang dalam konflik mereka di Jalur Gaza.
Dalam pidato didepan Majelis Umum hari Rabu pagi, duta besar Palestina untuk PBB Riyad Mansour mengatakan badan dunia itu telah banyak mendokumentasikan apa yang ia sebut sebagai "kejahatan Israel" tapi tidak menindak lanjuti.
Duta besar Israel untuk PBB Gabriela Shalev mengatakan kepada Majelis Umum bahwa laporan Goldstone itu "dibuat dengan kebencian". Dan ia mengkritik misi pencari fakta itu, menuduhnya mengabaikan berbagai pelanggaran Hamas seperti operasi militan di daerah berpenduduk padat dan penggunaan manusia sebagai tameng.
Laporan itu menyarankan agar Israel dan Hamas menghadapi kemungkinan penuntutan di Den Haag jika mereka tidak melakukan penyelidikan yang terpercaya dalam 6 bulan kedepan.
Kami telah memperbarui desain situs kami agar lebih mudah bagi Anda mencari berita, informasi, video, program VOA dan berbagai fitur interaktif. Kirim komentar Anda mengenai desain baru ini melalui surel di: voaindonesia@voanews.com