Kosovo dan Makedonia meresmikan hubungan diplomatik penuh, sehari setelah secara resmi menyelesaikan perselisihan perbatasan.
Menteri luar negeri dari kedua negara menandatangani pernyataan bersama hari Minggu yang menjanjikan untuk memperkuat hubungan berdasarkan penghormatan antar keduanya atas integritas wilayah.
Menteri Luar Negeri Serbia Vuk Jeremic mengingatkan perjanjian perbatasan itu memiliki konsekuensi. Tapi ia tidak menjelaskan lebih lanjut.
Serbia dan Makedonia memberlakukan perbatasan itu tahun 2001 ketika Kosovo masih menjadi bagian Serbia. Etnis Albania di Kosovo mengeluh karena negara itu menempatkan wilayah Makedonia terlalu dekat dengan pedesaan Kosovo.
Makedonia mengakui deklarasi kemerdekaan Kosovo dari Serbia tahun 2008, tetapi menolak mengadakan hubungan diplomatik sampai perselisihan tentang perbatasan diselesaikan. Serbia sendiri masih menolak mengakui kemerdekaan Kosovo.Kami telah memperbarui desain situs kami agar lebih mudah bagi Anda mencari berita, informasi, video, program VOA dan berbagai fitur interaktif. Kirim komentar Anda mengenai desain baru ini melalui surel di: voaindonesia@voanews.com