Perdana Menteri Irak Nuri al-Maliki terbang ke kota Mosul di bagian utara untuk menyaksikan dimulainya operasi besar melawan pemberontak al-Qaida.
Kota Mosul dan kawasan sekitarnya dianggap sebagai markas besar al Qaida yang terakhir di Irak.
Kata al-Maliki hari ini, operasi militer itu ditujukan untuk membersihkan kota Mosul dan propinsi Nineveh dari penjahat dan teroris.
Para pejabat al-Qaida dilaporkan telah mengkonsolidasikan diri di kawasan Mosul setelah terusir dari kota Baghdad dan kawasan lain oleh pasukan Amerika dan Irak.
Kira-kira 500 orang tersangka pemberontak telah ditangkap di kawasan Mosul, kata tentara Irak. Operasi ini sepenuhnya dijalankan oleh tentara Irak, tapi pasukan Amerika memberikan dukungan penuh.
Kami telah memperbarui desain situs kami agar lebih mudah bagi Anda mencari berita, informasi, video, program VOA dan berbagai fitur interaktif. Kirim komentar Anda mengenai desain baru ini melalui surel di: voaindonesia@voanews.com